Namaku Sahrul, dan aku suka bermain bulu tangkis sejak usia 10 tahun. Awalnya, aku hanya iseng menonton pertandingan bulutangkis di tv ,lalu aku sering bermain di lapangan depan rumah dengan ayahku. Suatu hari ayahku mendapat telepon dari temannya yang mengajak aku untuk mengikuti latihan di salah satu club, aku pun setuju dan mulai mengikuti latihan di keesokan harinya. Aku mulai berlatih secara rutin. Setiap sore, sepulang sekolah, aku selalu menyempatkan diri untuk bermain bulutangkis. Saat itu umurku sudah 11 tahun,itu cukup telat untuk orang yang mau latihan bulutangkis.Tetapi itu tidak membuatku berkecil hati,karena aku memang memiliki kemauan untuk bisa bermain bulutangkis. aku mulai mengenal teman disana dan aku belajar dari teman-teman yang lebih mahir, mencoba berbagai teknik pukulan, dan melatih kelincahan kaki, serta berharap suatu saat bisa mendapatkan juara. Awalnya, aku merasa kesulitan. Pukulanku sering meleset, kakiku terasa kaku, dan aku mudah lelah. Aku serin...